KARAWANG- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Karawang dilanjutkan atau tidaknya menunggu arahan Kemendagri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sore ini.
Dalam konferensi pers tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang (Jumat 29/5/20) di Makodim 0406 Karawang, kepastian kebijakan penanganan covid-19 keluar sore ini setelah rapat evaluasi PSBB dengan Gubernur Jabar dan Kemendagri.
Sementara terkait evaluasi PSBB Tersegmentasi, juru bicara Tim Gugus Tugas Karawang, dr. Fitra Hergyana Sp KK mengatakan, laju penularan covid-19 bisa dihentikan. Terbukti dengan RO (angka reproduksi penularan covid-19) dapat ditekan, yang awalnya 0,7 menjadi 0,5. Angka kasus positif turun sampai nol.
" Peran utamanya adalah kedisiplinan masyarakat," ujar dr. Fitra.
Selanjutnya selama PSBB Karawang sudah melaksanakan 8000 rapid tes massal dengan angka positif reaktif 259 orang. Selama pandemi Karawang sudah melakukan 463 swab tes dengan hasil 20 orang positif.
"Pemerintah sudah menyediakan 218 tempat tidur perawatan pasien positif. Meski kami berharap tidak ada lagi penambahan. Tetapi kami bersiap untuk kemungkinan terburuknya demi masyarakat dan kemungkinan adanya second wave (gelombang kedua-red) ," jelas Fitra. (*)
Dalam konferensi pers tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang (Jumat 29/5/20) di Makodim 0406 Karawang, kepastian kebijakan penanganan covid-19 keluar sore ini setelah rapat evaluasi PSBB dengan Gubernur Jabar dan Kemendagri.
Sementara terkait evaluasi PSBB Tersegmentasi, juru bicara Tim Gugus Tugas Karawang, dr. Fitra Hergyana Sp KK mengatakan, laju penularan covid-19 bisa dihentikan. Terbukti dengan RO (angka reproduksi penularan covid-19) dapat ditekan, yang awalnya 0,7 menjadi 0,5. Angka kasus positif turun sampai nol.
" Peran utamanya adalah kedisiplinan masyarakat," ujar dr. Fitra.
Selanjutnya selama PSBB Karawang sudah melaksanakan 8000 rapid tes massal dengan angka positif reaktif 259 orang. Selama pandemi Karawang sudah melakukan 463 swab tes dengan hasil 20 orang positif.
"Pemerintah sudah menyediakan 218 tempat tidur perawatan pasien positif. Meski kami berharap tidak ada lagi penambahan. Tetapi kami bersiap untuk kemungkinan terburuknya demi masyarakat dan kemungkinan adanya second wave (gelombang kedua-red) ," jelas Fitra. (*)