Iklan

Iklan

Ribuan Orang Ikuti Webinar yang Digelar Dispersip Kalsel

BERITA PEMBARUAN
17 Maret 2021, 21:10 WIB Last Updated 2021-03-18T02:15:44Z
Kadispersip Provinsi Kalimantan Selatan Dra. Hj Nurliani MAp


RANTAU- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sukses menyelenggarakan webinar secara virtual dengan tema 'Sosialisasi Penyelamatan Arsip Pasca Bencana' Rabu (17/3/21).


Masyarakat sangat antusias mengikuti Webinar yang ke 24 atau ke 5 di tahun 2021, ini terlihat dari jumlah pendaftar dan mengikuti webinar mencapai 1.825 orang dari seluruh Indonesia. Dan merupakan yang ke 2 terbanyak dari 24 kali webinar yang pernah digelar Dispersip Kalimantan Selatan selama ini.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispersip) Provinsi Kalimantan Selatan Dra Hj Nurliani MAp menyampaikan, arsip yang keberadaannya di dalam mau pun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai pertanggungjawaban nasional dari kemungkinan kehilangan dan kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam, biologi, fisika, tindakan terorisme, spionase, sabotase, perang dan perbuatan vandalisme lainnya.


"Sosialisasi yang dilaksanakan hari ini adalah terkait penyelamatan arsip pasca bencana sebagaimana diamanatkan pasal 34 ayat (6) UU nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan," terangnya.


Untuk itu kata Bunda Nunung, sapaan akrab Hj.Nurliani, bahwa perlindungan dan penyelamatan arsip akibat bencana yang tidak dinyatakan sebagai bencana nasional dilaksanakan oleh pencipta arsip, dalam hal ini arsip daerah provinsi dan atau daerah kabupaten/kota yang berkoordinasi dengan BNPB.


"Bencana alam banjir seperti yang pernah melanda Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu, mengakibatkan lumpuhnya beberapa sendi kehidupan masyarakat, termasuk terdapatnya korban jiwa. Dan salah satu hal penting selain manusia yang menjadi korban akibat bencana tersebut, adalah rusaknya Arsip," jelas Bunda Nunung.


Bunda Nunung melanjutkan, keberadaan arsip sangat terancam apabila bencana terjadi seperti halnya bencana banjir. Padahal arsip merupakan aset berharga bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


"Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan per tanggal 1 Maret 2021 terkait kejadian dan dampak bencana banjir yang melanda Kalsel pada Januari 2021 lalu, terdapat data jumlah terdampak dari 13 kabupaten/kota di Kalsel sebanyak,176.290 KK dengan jumlah jiwa 633.723 terdampak," tuturnya.


Data jumlah pengungsi 135.656 jiwa, kerusakan rumah sebanyak 123.410 buah, gedung sekolah 1.435 buah, sarana prasarana kesehatan 360 buah, 129 jembatan rusak dan kurang lebih sepanjang 1.851 kilometer


"Saya meminta seluruh jajaran SKPD dilingkungan Pemprov Kalsel agar dapat bekerjasama dalam melakukan penyelamatan kegiatan pengamanan dokumen. Karena ada istilah menyebutkan 'Arsip Hilang Aset Melayang'," pungkasnya.(Ron)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ribuan Orang Ikuti Webinar yang Digelar Dispersip Kalsel

Terkini

Topik Populer

Iklan