![]() |
Puluhan Anggota KPPS saat mempertanyakan sisa dana operasional TPS di Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Jumat 16 Februari 2024.(foto: ist) |
BEKASI - Puluhan Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se-Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, berencana menggelar aksi protes dengan menggeruduk Kantor Sekretariat PPS desa. Mereka menuntut penyelesaian pemberian anggaran operasional TPS yang belum tuntas.
Anggota KPPS TPS 065 Desa Sumberjaya, Kukuh Prakoso, menyampaikan kekecewaannya terhadap PPS yang hanya memberikan Rp3.908.000 dari anggaran operasional TPS sebesar Rp4.418.000. Ia mendesak PPS agar segera melunasi kekurangan dana sebesar Rp510.000.
"Kami mendesak pihak PPS Desa Sumberjaya untuk segera memberikan kekurangan anggaran TPS sebesar Rp 510.000 tiap-tiap TPS. Itu hak kami selaku panitia Pemilu di TPS yang sudah bekerja mensukseskan Pemilu 2024," ujar Kukuh Prakoso.
Kukuh mengancam untuk mengajak seluruh KPPS se-Desa Sumberjaya melakukan aksi besar di Kantor PPS Desa dalam waktu dekat jika hak operasional TPS belum juga dilunaskan.
Selain itu, ia juga menyatakan rencana untuk membuat laporan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi terkait dugaan pemotongan dana operasional TPS di Desa Sumberjaya.
"Kami siap ke kantor PPS desa secara bersamaan dalam waktu dekat jika hak operasional TPS belum juga dilunaskan. Kami juga akan membuat laporan ke kejaksaan dengan bukti-bukti yang saya punya," ancam Kukuh.
Para anggota KPPS sebelumnya telah mengungkap kekecewaan terhadap tindakan PPS Desa Sumberjaya yang diduga memotong dana operasional TPS sebesar Rp 510 ribu untuk tiap-tiap TPS.
"Pemotongan tersebut tertera dalam rincian pembagian dana operasional dengan alasan pembuatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) KPPS dan pembayaran pajak pembuatan TPS," terangnya.(sigit)