![]() |
Korban saat diturunkan dari mobil Ambulance untuk disemayamkan, Sabtu 17 Februari 2024.(foto: bdg) |
KARAWANG - Kabar duka mendalam menyelimuti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Tirtamulya, Karawang, setelah salah satu anggotanya meninggal dunia diduga akibat kelelahan. Korban, Aam Ruhiat, bekerja di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15 Desa Citarik.
Pantauan Jurnalis di lapangan, suasana haru saat jenazah Aam Ruhiat akan dikebumikan. Isak tangis keluarga mengiringi prosesi pemakaman, sementara istri korban mengalami pingsan karena tidak rela kehilangan suaminya.
Nata Kaka, saudara korban, menyampaikan penyesalannya atas kejadian tragis ini.
"Kalau saya tau dia kerja KPPS, saya akan larang," ujarnya, Sabtu 17 Februari 2024.
Aam Ruhiat bekerja keras dari subuh hingga subuh lagi untuk melakukan penghitungan suara.
Lebih lanjut, Nata menjelaskan bahwa adiknya diduga meninggal akibat kelelahan dan kurang tidur, mengalami sesak nafas sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Pihak keluarga berduka cita dan mengingatkan akan pentingnya kesehatan dalam menjalani tugas berat sebagai anggota KPPS.
Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tirtamulya, Ismail, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban meninggal beberapa hari setelah dilaksanakannya pemilihan.
Tragedi ini mengguncang keluarga korban, rekan-rekan sesama KPPS, dan masyarakat setempat, meninggalkan duka yang mendalam.(bdg)